#daftar-isi-manual{ background:#C0C0C0; overflow: scroll; height:150px; font:10pt/15pt Arial, serif; color: blue }

Tayangan halaman minggu lalu

Selasa, 13 Juli 2010


TIME



And if you ask, what about Time? ....
You want to measure time without the size and immeasurable.

You would adjust your conduct and even direct the journey of your soul by hour and season.
Once upon a time you want to make a river, above bantarannya you'll sit and watch the flow.

But immortality in you is the awareness of eternal life nan,
And knowing that the memories of yesterday is just today and tomorrow is hope.


And that which sings and contemplation of the soul, continues to occupy space in the universe a star sprinkled sky.

Any of you who do not feel that the power of boundless love?
And who does not feel that real love, though there is no limit, is included in the core itself, and not move from mind to mind in love with love, was not from the act of love to another act of love?

And is not the time as love, not divided, and have no known space? But if in your mind emotion measure time into seasons, let each season, which summarizes all the other seasons, And let today embrace the past with remembrance and the future with longing.







WAKTU


Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar